Khasiat-Khasiat
Pada Ikan Tongkol
Kita semua tahu kalau ikan, terutama
ikan di laut memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi dan baik dikonsumsi
untuk menambah kecerdasan anak.
Bagi lidah Indonesia, ikan tongkol atau dalam bahasa latinnya adalah Thunnus maccoyii sangatlah cocok. Daging ikan tongkol sangat gurih, padat dan mudah diolah menjadi berbagai menu makanan sehingga ikan ini menjadi pilihan yang tepat untuk menjadi menu makanan sehari-hari. Selain itu, ikan tongkol juga memiliki kandungan protein yang tinggi dan sangat cocok dikonsumsi oleh anak-anak dalam masa pertumbuhan. Karena itulah ikan tongkol sebagai menu makanan laut sangat disarankan karena rasanya sangat enak dan bergizi. Bagi anda yang memiliki alergi terhadap makanan laut, anda tidak usah khawatir karena anda bisa menangkalnya dengan minum air rebusan tanaman kumis kucing. Obat atau ramuan ini dapat menghambat gejala akibat alergi terhadap ikan tongkol.
Di pasar ikan, tongkol biasanya dijual dalam keadaan sudah matang atau diasap. Namun jika yang anda cari adalah kandungan gizinya, akan lebih baik jika anda membeli tongkol segar untuk dimasak sendiri di rumah. Nilai gizi tongkol terletak pada cairan tertentu yang keluar saat diolah (bisa direbus, dikukus atau digoreng). Seandainya saja anda membeli tongkol asap, cairan yang terkandung dalam daging tongkol itu tentunya sudah menguap dan nilai gizinya berkurang banyak.
Selain lezat dan bergizi, tongkol juga memiliki khasiat yang cukup spesifik,
yaitu merangsang pertumbuhan sel-sel darah merah dan menghambat proses penuaan.
Makannya, jika ingin awet muda, disarankan untuk mengkonsumsi daging ikan
tongkol. Jika dikonsumsi secara rutin, minimal tiga kali dalam seminggu sebagai
menu utama, penyakit semacam rheumatic dan anemia akan sulit mengganggu anda.
Khasiat tongkol lainnya adalah untuk mengobati penyakit antara lain :
-.Rheumatic dan Linu Tulang
-.Rheumatic dan Linu Tulang
-.Anemia atau Lesu Darah
-.Mencegah Ejakulasi Dini
-.Kulit Kusam
Manfaat ikan tongkol untuk kesehatan mata
Ikan cakalang atau tongkol memiliki kandungan asam lemak omega 3 yang cukup tinggi.
Jenis-jenis ikan seperti tongkol / cakalang atupun salmon ini baik untuk
menjaga kesehatan mata, bahkan berbagai penelitian membuktikan
nutrisinya bisa mencegah kebutaan pada orang lanjut usia (lansia).Selain pada ikan salmon,ikan tongkol / cakalang kandungan omega 3 juga terdapat pada makarel, tuna, kepiting dan tiram. Kandungan asam lemaknya paling tinggi apabila disantap dalam keadaan segar, bukan hasil awetan atau yang sudah dikalengkan.
Sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari Johns Hopkins School of MedicineAge-related Macular Diesase (AMD) atau penyakit mata akibat proses penuaan. Penelitian ini melibatkan 2.400 relawan berusia 65-84 tahun.
Hasilnya adalah kandungan omega 3 dari ikan cakalang/tongkol,
salmon bisa menurunkan risiko untuk mengalami AMD pada relawan yang
mengonsumsi ikan-ikan berlemak sebanyak 2 kali seminggu atau lebih.
Faktor yang membedakan dengan relawan lainnya adalah asupan omega 3 yang
tinggi dari ikan-ikan tersebut.“Hasil penelitian ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan asam lemak omega 3 pada ikan dan kerang bisa mencegah AMD,” ungkap salah satu peneliti, Sheila K West, PhD seperti dikutip dari MedicalNewsToday.
AMD ditandai dengan kerusakan sel retina, yang bisa berakhir dengan kebutaan. Diperkirakan 240.000 orang di Inggris dari berbagai usia menderita penyakit ini, baik karena faktor usia yang merupakan faktor utama maupun faktor lainnya seperti radiasi ultraviolet.
Asam lemak omega 3 disamping bermanfaat untuk mata juga punya banyak manfaat untuk kesehatan yaitu dapat menjaga tekanan darah tetap stabil, menjaga ritme jantung dan mencegah penggumpalan darah yang memicu penyumbatan pembuluh arteri
Manfaat ikan untuk perempuan
Manfaat Ikan
untuk perempuan salah satunya adalah pada perempuan usia subur dapat
mengurangi risiko gangguan jantung , yaitu dengan cara makan ikan
teratur dan bukan suplemen minyak ikan.
Ini merupakan hasil penelitian pada perempuan usia muda yakni 15-49
tahun dan menentukan apakah ikan memiliki dampak nyata pada risiko
masalah jantung.Hasilnya adalah mereka yang jarang atau tidak pernah makan ikan ternyata berpotensi punya masalah kardiovaskular 50 persen pada delapan tahun ke depan daripada mereka yang makan ikan secara teratur. Sedangkan pada perempuan yang jarang atau tidak pernah makan ikan akan menghadapi resiko masalah jantung 90 persen lebih tinggi daripada mereka yang makan ikan setiap minggu. Hasil itu didapat setelah dilakukan penilaian yang berbeda selama periode 30 minggu. Mereka menemukan risiko itu tiga kali lebih tinggi pada perempuan yang tidak makan ikan.
Hasil penelitian ini diterbitkan di jurnal Hypertension: Journal of the American Heart Association, didasarkan pada studi Denmark terhadap 49 ribu perempuan. Mereka diwawancarai via telepon tentang sejarah keluarga, gaya hidup, dan konsumsi ikan selama delapan tahun.
Oleh karena itu perempuan disarankan memakan ikan cakalang/tongkol, tuna ,cod, salmon, herring, dan makarel yang semuanya tinggi asam lemak omega-3 yang dipercaya mampu melindungi terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah.

0 komentar:
Post a Comment